Entri Populer

Rabu, 18 Mei 2011

Pelaksanaan Pendidikan Agama di MTsN 1 Malang dan SDK Sang Timur


1. Pelaksanaan pendidikan agama di MTSN Malang 1 dan SDK Sang Timur
MTS N MALANG 1
Pelaksanaan pendidikan agama tentunya akan terbentuk dengan baik melalui pembiasaan sikap dan pengajaran agama yang baik pula. MTsN 1 Malang merupakan sekolah yang berbasis Islam dan hanya menerima peserta didik yang beragama Islam. Pendidikan agama yang diterapkan di MTSN Malang 1 hanya diprioritaskan untuk agama islam saja (monokultural), pelaksanaan pendidikan agama di MTSN Malang 1 ini tidak hanya pada pelajaran agama islam secara umum tetapi pelajaran agama islam secara khusus yang porsinya pelajarannya lebih banyak daripada sekolah umum sederajat lainnya. Selain berupa pengetahuan, MTsN 1 Malang juga memberikan praktek yang berkaitan dengan agama Islam untuk mengembangkan nilai-nilai agama dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari.Pengembangan nilai-nilai agama dan sikap dapat dilihat dari penerapannya yaitu sebagai berikut:
1)        Dengan mengembangkan nilai sikap dan jasmani setiap peserta didik.
Contoh:
·           Dengan membiasakan diri berjabat tangan kepada seluruh guru dan kepala sekolah sebelum jam pelajaran dimulai yaitu pada pukul 06.00-06.40 WIB.
·           Dilaksanakannya senam masal, seluruh warga sekolah berpatisipasi untuk mengikuti senam tersebut.
2)         Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan setiap peserta didik.
Contoh:
3)        Dengan memberikan jadwal sholat duha pada seluruh siswa yang ada di MTS Malang 1 dan pelaksanaannya dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
4)        Dengan melaksanakan sholat jumat secara berjamaah sesuai dengan jadwal kelas masing-masing.
5)        Dengan melaksanakan sholat duhur secara berjamaah.
6)        Dengan pembiasaan membaca Al-Quran (mengaji) selama 15 menit sebelum dilaksanakannya pembelajaran.
7)        Diwajibkannya bersedekah sebesar Rp.1.000,00 setiap hari jumat yang nantinya akan dialokasikan untuk membeli hewan kurban pada hari raya Idul Adha.
Dengan pembiasaan-pembiasaan yang diberikan oleh sekolah ini, setiap peserta didik tidak hanya berkompeten dalam hal pengetahuan tetapi peserta didik juga memiliki moral dan ketaqwaan yang kuat terhadap TUHAN, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap sesamanya, serta memiliki kebiasaan yang baik yang perlu diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.
SDK SANG TIMUR
SDK Sang Timur Malang merupakan sekolah yang berbasis agama Katolik. Tentunya agama katolik memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam kurikulum sekolah. Pelaksanaan pendidikan agama di SDK Sang Timur Malang adalah dengan memberikan pengajaran katolik kepada semua peserta didiknya. SDK Sang Timur Malang menerima peserta didik yang agamanya tidak hanya katolik, tetapi peserta didik yang beragama Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu pun ada yang bersekolah di SDK Sang Timur Malang. Agama katolik di SDK Sang Timur ini hanya berupa pengetahuan saja, tidak untuk dipelajari secara mendalam seperti di MTsN 1 Malang. Sehingga untuk peserta didik yang beragama non katolik diberikan kebebasan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan katolik. Pendidikan agama di SDK Sang Timur ini lebih mengajarkan tentang kasih kepada sesama. Untuk siswa yang beragama katolik diberikan kegiatan agama yang lebih mendalam, seperti melalui kegiatan doa bersama, misa bersama, perayaan hari-hari raya Katolik secara bersama-sama di sekolah. Dikarenakan peserta didik SDK Sang Timur tidak hanya terdiri dari satu agama katolik saja akan tetapi peserta didik yang beragama non katolik juga tidak sedikit yang belajar di SDK Sang Timur meskipun menjadi kelompok minoritas dan dapat dikatakan sebagai sebagai sekolah yang berbudaya multikultural.
Pelaksanaan pendidikan yang bertujuan untuk menumbuhkan toleransi antar peserta didik yang berbeda agama dilakukan dengan:
1)      Merayakan hari-hari besar tiap agama yang dianut oleh peserta didik.
2)      Mengajarkan pada peserta didik untuk menghargai dan tidak memprovokasi agama lain.

2.    Pelaksanaan pendidikan agama di MTSN Malang 1 dan SDK Sang Timur ditinjau dari   pandangan golongan realis.
MTSN MALANG 1
Pandangan golongan realis terhadapa budaya lebih dekat dengan pandangan aliran-aliran pemikiran pendidikan yang percaya kepada penyesuaian anak-anak terhadap realita obyektif, baik alamiah maupun budaya, dengan menanamkan pengetahuan, nilai-nilai, dan ketrampilan-ketrampilan tertentu yang telah dipilih oleh kebudayaan.
            Kaum realis menginginkan sistem pendidikan yang akan melatih individu-individu untuk menimbang dan merubah kebudayaan mereka berdasarkan nilai-nilai dasar mereka. Banyak pendidik tradisional ingin mencapai tujuan ini dengan mendidik generasi muda tentang apa yang dianggap kebenaran dan nilai yang permanen, dengan menggunakan nilai-nilai ini generasi muda dapat mengatakan perubahan sosial apa yang harus mereka bantu, hindari atau gerakkan.
      Menurut Power (1982), implikasi filsafat pendidikan realisme adalah sebagai berikut: (1) Tujuan: penyesuaian hidup dan tanggung jawab sosial; (2) Kurikulum: komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna berisi pengetahuan umum dan pengetahuan praktis; (3) Metode: Belajar tergantung pada pengalaman baik langsung atau tidak langsung. Metodenya harus logis dan psikologis. Metode pontiditioning (Stimulua-Respon) adalah metode pokok yang digunakan; (4) Peran peserta didik adalah menguasai pengetahuan yang handal dapat dipercaya. Dalam hal disiplin,  peraturan yang baik adalah esensial dalam belajar. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik; (5) Peranan pendidik adalah menguasai pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi peserta didik.
Pelaksanaan pendidikan agama di MTsN 1 Malang yang ditinjau dari teori realis yaitu nampak dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diberikan kepada peserta didik tidak hanya bersifat umum tetapi lebih bersifat khusus, pelajaran agama di MTsN 1 Malang dibagi menjadi beberapa mata pelajaran agama lagi, yaitu yang di antaranya adalah Fiqih, Al-Quran Hadits, Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.
Pelaksanaan pendidikan agama ditinjau dari teori realis adalah ekstrakurikuler dan kegiatan yang mampu mengembangkan pendidikan agama di luar jam pelajaran peserta didik. Kegiatannya di antaranya adalah dengan memberikan jadwal sholat duha pada seluruh siswa yang ada di MTS Malang 1 dan pelaksanaannya dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, dan melaksanakan sholat jumat secara berjamaah sesuai dengan jadwal kelas masing-masing, serta dengan melaksanakan sholat duhur secara berjamaah, selain itu dengan pembiasaan membaca Al-Quran (mengaji) selama 15 menit sebelum dilaksanakannya pembelajaran. Budaya lain yang dilaksanakan MTsN 1 Malang berkaitan dengan teori realis yaitu dengan membiasakan berjabat tangan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, yaitu mulai jam 06.00-06.40.
SDK SANG TIMUR
Peserta didik yang ada di SDK Sang Timur tidak hanya beragama Katholik, tetapi terdiri dari berbagai macam agama.  Pandangan golongan realis di SDK Sang Timur tampak pada peserta didik yang diberi kebebasan untuk tetap menganut agamanya masing-masing tanpa harus mengikuti kegiatan agama wajib katholik di SDK Sang Timur. Walaupun peserta didik yang ada di SDK Sang Timur menganut agama yang berbeda tetapi mereka tidak saling menjungjung agamanya mereka masing-masing, tetapi toleransi agamalah yang paling utama di SDK Sang Timur ini.
3.    Kelebihan dan kekurangan teori realis
Kelebihan diterapkan di MTSN Malang 1
a)        Dapat memperdalam tentang agama Islam karena pelajaran agama yang diberikan lebih luas dan mendalam.
b)        Kebebasan dalam memilih ekstrakurikuler sehingga bakat dan minat yang dimiliki peserta didik dapat berkembang.
c)        Peserta didik mampu berakhlak mulia karena telah mengerti agama Islam secara mendalam.
d)       Dapat membiasakan peserta didik menggunakan kebudayaan yang baik.
e)        Dapat melatih peserta didik menggunakan bahasa Inggris.
Kekurangan diterapkan di MTSN Malang 1
a)        Kurangnya wawasan peserta didik  tentang nilai-nilai keagamaan non Islam.
b)        Kurangnya pemahaman terhadap budaya-budaya lain di dalam lingkungan sekolah
c)        Budaya hanya didominasi oleh kebudayaan islam
d)       Kebudayaan lain hanya dipelajari secara teori sehingga pemahamannya kurang maksismal

Kelebihan diterapkan di SDK Sang Timur Malang
a)    Peserta didik dapat lebih memahami tentang kebudayaan lain khususnya tentang nilai-nilai agama yang dianut oleh peserta didik lain
b)   Dapat menumbuhkan toleransi umat beragama di tengah tingginya pluralisme 
c)    Menanamkan sifat saling menghargai peserta didik di atas semua perbedaan yang ada
d)   Mengembangkan kemandirian peserta didik dalam bersosialisasi

Kekurangan diterapkan di SDK Sang Timur Malang
a)    Agama yang minoritas di SDK Sang Timur tidak mendapatkan pelajaran agamanya tersebut
b)   Peserta didik yang beragama minoritas dapat terpengaruh oleh peserta didik yang beragama mayoritas

4.    Sistem Penerimaan Siswa Baru
MTsN 1 Malang
            Penerimaan siswa baru di MTsN 1 Malang ini harus melalui beberapa seleksi. MTsN 1 Malang hanya menerima calon peserta didik yang memiliki kemampuan secara akademik dan finansial. Banyak peserta didik yang ingin menempuh pendidikan di sekolah ini karena kualitas sekolah ini, tetapi banyak peserta didik yang terhalang keinginannya karena masalah kemampuan akademik dan finansial yang tidak sesuai dengan standar yang dimiliki oleh MTsN 1 Malang. Berdasarkan keterangan ini, MTsN 1 Malang kurang menerapkan teori realis dalam penerimaan calon peserta didiknya, karena MTsN 1 Malang hanya menerima calon peserta didik yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkannya. Tetapi disisi lain, MTsN 1Malang juga sudah menerapkan teori realis pendidikan karena sudah memberikan pendidikan yang baik bagi peserta didiknya, tidak hanya memperhatikan kognitif setiap peserta didik tetapi bakat dimiliki oleh setiap peserta juga dikembangkan oleh sekolah  

SDK Sang Timur Malang
            SDK Sang Timur Malang menerima calon peserta didik dengan berbagai ragam tingkat kecerdasan. SDK Sang Timur Malang memiliki keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan unik. Disinilah peran sekolah dan guru dalam menyeragamkan peendidikan bagi setiap anak. Hal ini sesuai dengan teori pendidikan realis yang ada bahwa pendidikan adalah kebutuhan dasar dan hak yang mendasar bagi manusia dan kewajiban penting bagi semua masyarakat untuk memastikan bahwa semua anak-anak dilahirkan dengan pendidikan yang baik. Dengan dasar inilah SDK Sang Timur Malang menerima calon peserta didik dengan tingkat kecerdasan yang beragam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar